Bersyukurlah sekarang!

Adalah naluri dasar manusia untuk memiliki keinginan yang tanpa batas. Penghasilan yang lebih besar, rumah yang lebih megah, mobil yang lebih bergengsi, karir yang lebih cemerlang, dan lain sebagainya menjadi beberapa alasan yang mendorong seseorang untuk berjuang sekuat tenaga meraihnya.

Sayangnya, sebagian orang terkadang menyalahkan kondisinya saat ini sebagai pembenaran atas ketidakmampuannya meraih obsesi-obsesi hidupnya. Menyalahkan perusahaan, menyalahkan istri, menyalahkan orang tua, menyalahkan ekonomi, dan segala hal lain menjadi “obat” kekesalan atas kegagalan yang diperoleh. Alih-alih bersyukur, orang-orang ini malah berfokus untuk mencari “kambing hitam” permasalahan mereka.

“Bersyukurlah, maka nikmat-Ku akan Aku tambah”, demikian firman Allah dalam sebuah ayat Al Quran. Saya yakin akan hal ini sepenuhnya. Apapun yang terjadi dalam diri kita hari ini, maka kita wajib bersyukur atasnya. Bahkan, seburuk apapun kondisi kita sekarang, saya yakin akan ada 1.000 orang lebih yang mau untuk bertukar tempat dengan kita.

Bersyukurlah atas apa yang kita miliki. Atas penghasilan yang saat ini Anda peroleh, karena banyak orang bingung bagaimana mencari penghasilan. Atas mobil yang Anda kendarai, karena banyak orang masih berdesakan di bis kota untuk ke tempat kerja. Atas rumah yang Anda tempati, karena  banyak orang masih hidup beratap langit. Atas pasangan hidup Anda, karena banyak orang kesepian tanpa pasangan atau baru saja kehilangan pasangan. Atas anak yang selalu menyayangi Anda, karena banyak orang tua merindukan kehadiran anak bertahun-tahun namun tak kunjung diperoleh.  Atas kesehatan tubuh Anda, karena banyak orang kini hanya bisa berbaring karena penyakit yang diderita. Atas setiap hembusan nafas yang bisa Anda hirup dan setiap detak jantung Anda, karena banyak orang membutuhkan mesin bantu pernapasan dan alat pacu jantung untuk menjaga mereka tetap hidup.

Anda juga punya banyak alasan untuk bersyukur. Atas matahari pagi yang masih bersinar dan memberikan kehangatan sepanjang hari. Atas hadirnya malam yang memberikan kenyamanan istirahat Anda. Atas desiran angin yang terus bergerak membawa hawa sejuk. Atas siklus perputaran air laut yang menguap menjadi awan, terdorong ke daratan, menjadi hujan, menjadi air tanah, dan mengalir kembali ke laut sehingga memelihara kehidupan. Atas kerimbunan tanaman dan pepohonan yang memberikan keteduhan bersama riang kicau burung. Atas disiplin bumi yang terus berotasi sehingga menggilir siang dan malam. Atas disiplin bulan dan planet-planet lain dalam mengorbit sesuai jalurnya sehingga alam semesta nyaman untuk ditinggali.

Bayangkan bila seluruh hal di atas ditarik dari diri kita besok. Bagaimana rasanya? Tentunya akan sangat kita rindukan untuk bisa diperoleh kembali. Sayangnya, kadang banyak hal terlupa untuk disyukuri ketika kita sedang asyik menikmati. Sesal memang selalu datang terlambat.

Bersyukur juga bermakna mengoptimalkan kemanfaatan atas segala apa yang kita miliki. Sehatnya tubuh untuk bekerja keras. Pintarnya pikiran untuk bekerja cerdas. Bersihnya hati untuk bekerja ikhlas. Tingginya ilmu untuk membawa kebaikan. Lebihnya harta untuk membawa manfaat bagi sesama yang membutuhkan.

Dengan kata lain, memastikan apa yang kita miliki hari ini memberikan yang terbaik untuk diri kita dan orang lain. Sebagaimana sebuah kalimat bijak mengatakan, “Kemarin sudah berlalu. Esok belum tentu. Hari ini adalah milik Anda yang pasti, nikmati sebaik mungkin!”.

Di copas dari : http://muantabs.com/2011/02/28/bersyukurlah-sekarang/#more-195

About hachmadi

sharing apa yang bisa kita berikan dan pelajari dari kelebihan orang lain untuk perbaikan diri.

2 comments

  1. Alhamdulillah…Alhamdulillah…Alhamdulillah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: