Apa yang harus diterima agar kita bahagia?

World Health Organization (WHO) telah memberikan ciri2 jiwa sehat diantaranya adalah menerima kenyataan yang terjadi. Dengan menerima kenyataan, kita tidak akan membuat luka itu kembali meradang. Bayangkan, kita kira2 memiliki 60.000 pikiran setiap harinya, yang sebagian besar terulang dari pikiran dan pengalaman masa lalu. Ibarat meredial sebuah nomor telepon, pikiran kita dapat secara otomatis memutar skenario mental masa lalu tanpa proses berpikir yang rumit. gambaran2 mental itu begitu saja muncul berulang2 ketika kita menghadapi situasi yang mirip atau hampir mirip.

Situasi dg trauma masa lampau itu akan memicu tombol otomatis yang akan memutas state of emotion saat itu. Akhirnya, kita berulang2 masuk ke dalam emosi yang sama. Jasad kita berada di tahun 2011 tetapi jiwa kita serasa hidup 20 tahun sebelumnya dimana pengalaman pahit itu terjadi. Bagaimana kita bisa hidup bahagia jika setiap saat bayangan itu muncul di kepala kita. Saat melihat pantai, bayangan masa lalu itu hadir. Saat melihat Landscape pegunungan yang indah, masa lalu itu hadir kembali. Ribuan kalipun kita melakukan “rihlah” rekreasi, seribu kali itu juga bayangan masa lalu itu muncul dibenak kita. Lihatlah, betapa tidak bahagianya hidup saat kita membiarkan masa lalu mengontrol hidup kita.

Dengan sungguh2 menerima masa lalu, berarti kita telah menjadi tuan dari masa lalu kita. Dengan sadar, kita akan dapat memecah pola (patterns interupt) skenario mental masa lalu yang bersifat meracuni dan membuat kita tidak bahagia. Kisah menarik muncul dari seorang wanita berkulit hitam yang telah mengalami pelecehan seksual 2 kali sebelum berusia 13 tahun. Saat ia kecil, ia hanya dibolehkan tidur di teras rumah oleh majikan ibunya yang berbeda warna kulit darinya. Hanya ibunya dan kakaknya boleh tidur di dalam rumah. Selama bertahun2, pengalaman itu membuatnya merasa bahwa orang hitam seperti dirinya tidak layak tidur di dalam rumah. Lihatlah saudaraku, sungguh begitu menyakitkan, dan ia dengan lantang dan jujur menyebutkan bahwa itulah luka dalam hidupnya. Tapi ia tidak biarkan masa kininya diracuni oleh masa lalunya. Dan usahanya menerima masa lalu itu telah membantunya menjemput takdir sejarahnya. Tahukan engkau, wanita ini bernama Oprah Winfrey. Yah, pemimpin acara Oprah Winfrey Show di salah satu TV swasta sejak beberapa tahun lalu. Oprah telah dinobatkan sebagai Woman of the Century oleh Newsweek tahun 2001. Acaranya telah mendapat 34 kali penghargaan Emmy Awards sejak tahun 1986, disaksikan lebih dari 26 juta penontonnya di Amerika saja. Saat ini disiarkan lebih dari 106 negara dan dinobatkan sebagai Highest Rated Talk Show in Television History.

Masa lalu adalah bagian dari sebuah pelajaran kehidupan yang Allah inginkan agar kita besar, bukan malah menjadi kerdil. Tidak peduli seberapa pahit masa lalu, ia telah kita telan dan pahit adalah obat agar kita kuat menghadapi hari esok. Tidak kalah pentingnya kita menerima kenyataan hari ini. Saat ini ada salah satu dari kita yang tergolek di rumah sakit, kehilangan anggota tubuh karena amputasi, atau tersakiti oleh sikap anak yang tidak hormat. Saudaraku, yakinlah bahwa semua yang kita terima ini adalah sebuah karunia. Mari mengingat, kapan kita merasa dekat sekali dengan Allah? saat kapan kita sering menyebut nama Allah? Bukankan saat itu adalah saat dimana kenyataan yang hadir ternyata berbeda dengan apa yang kita harapkan?

Ketika kumohon pada Allah kekuatan,
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat
Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku permasalahan agar dapat dipecahkan
Ketika kumohon pada Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi berbahaya untuk ku atasi
Ketika kumohon pada Allah cinta,
Allah memberiku orang2 yang bermasalah untuk ku tolong
Ketika kumohon pada Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan
Aku tidak mendapatkan apa yang kuinginkan,
tapi aku mendapatkan apa yang kubutuhkan
********************

dr. Arief Alamsyah Nasution, MaRS
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang
Senior Trainer INSPIERA
Penulis Buku motivasi “The Way to be Happieness”

About hachmadi

sharing apa yang bisa kita berikan dan pelajari dari kelebihan orang lain untuk perbaikan diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: