Jadi berubahkah PKS kini?

Saya ingin mengajak kita semua bercermin dr Guru Kita, Syekh Kita, Almarhum Ust Rahmat Abdullah yang telah dan selalu membimbing kita dengan nasihat dan tadzkirqhnya. Bukan hanya bicara, tapi hingga akhir hayatnya beliau mempraktekkan jati diri partai PKS. Ini sebagiannya:

“Ketika orang tertidur kau terbangun, itulah susahnya. Ketika orang merampas kau membagi, itulah peliknya. Ketika orang menikmati kau menciptakan, itulah rumitnya. Ketika orang mengadu kau bertanggung jawab, itulah repotnya. Oleh karena itu, tidak banyak orang bersamamu di sini, mendirikan imperium kebenaran” ~KH. Rahmat Abdulloh~

‎”Apa kabar hatimu? Masihkah ia seperti embun? Merunduk tawadhu dipucuk- pucuk daun? Masihkah ia seperti karang? Berdiri tegar menghadapi gelombang ujian. Apa kabar imanmu? Masihkah ia seperti bintang? Terang benderang menerangi kehidupan. Semoga Allah senantiasa melindungi dan menjagamu, saudaraku”

“Seonggok kemanusiaan terkapar, siapa yang mengaku bertanggung jawab? Bila semua menghindar. Biarlah saya yang menanggungnya. Semua atau sebagiannya” ~KH. Rahmat Abdulloh~

“Suatu hari nanti saat semua telah menjadi masa lalu, aku ingin berada di antara mereka, yang bercerita tentang perjuangan yang indah, di mana kita, sang pejuang itu sendiri. Tak pernah kehabisan energi tuk terus bergerak, meski terkadang godaan tuk berhenti atau bahkan berpaling arah begitu menggiurkan. Keep istiqomah!”

Jika ku dapat menarik Pelangi, Mentari dan Bintang. Maka ku akan membentuk ‘Namamu’ di situ, lalu akan ku kembalikan lagi ia ke ‘Langit’ agar semua orang tahu, betapa bahagianya aku mempunyai ‘saudara’ seperti dirimu.

Jangan takut untuk mengambil langkah besar hari ini, Jika memang dibutuhkan!! Jurang tak bisa disebrangi hanya dengan 2,3 lompatan kecil!! Nahnu Duat Fii Kulli Zaman.

Politik telah membuahkan konsekuensi yang maha dahsyat dalam peradaban manusia. Dalam abad ke-20 saja politik telah membunuh 200 juta jiwa di seluruh dunia. Keep ur soul pure.

Beban Dakwah hanya dapat diberikan oleh mereka yang memahami dan memeberikan apa saja yang kelak di tuntutnya ; Waktu, Kesehatan, Harta, Bahkan Darah. Mereka Bergadang saat semua tertidur lelap. Mereka gelisah saat yang lain lengah. Seakan-akan lisannya yang suci Berkata , “Tidak ada yang kuharap dari kalian. Aku hanya mengharap pahala Allah”.‎
“Insya Allah, masa depan yang gemilang itu, kejayaan yang pernah hilang di tangan kita, akan dapat kita kembalikan lagi. Dan saya berharap Indonesia akan menjadi pemimpin kebangkitan ini”. Kata Ust Rahmat mengutip harapan~DR. Yusuf Al Qardhawi~

“Bukannya seorang dai, mereka yang mengeluh tentang sulitnya merubah kondisi masyarakat. Ia bukannya dokter, ia hanya orang yang berpakaian dokter tapi jijik melihat luka besar yang harus diobatinya”. ~KH. Rahmat Abdullah~

Jadi, saudaraku berubahkah PKS kini? Nasehat Ust Rahmat di atas dapat kita jadikan mizan timbangan. Tidak perlu memyalahkan orang lain. Tidak perlu kagum dengan orang lain. Cukup pelajari dan hargai semua yang kita miliki dan pelajari dengan rendah hati kebaikan dan keunggulan orang lain. Kemudian selagi ibda binafsika, mulai dengsn diri kita sendiri. Kita yang bertanggung jawab adakah PKS berubah, membaik atau memburuk. Kita yang akan diminta pertanggungjawaban. Publik seringnya merupakan juri/hakim yang jujur. Cukuplah peringatan Allah Ta’ala dalam surat At Taubah auat 105 ‘ Bekerjalah kalian, sesungguhnya Allah, Rasul dan orang beriman melihat amal kalian’.

By:Ali Mardani Sera-Humas DPP PKS

About hachmadi

sharing apa yang bisa kita berikan dan pelajari dari kelebihan orang lain untuk perbaikan diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: