Tadabbur Shohibul Yasin

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Seorang Lelaki dari Ujung Kota
Tadabbur Shohibul Yäsîn
Oleh Zakaria anggota ODOJ #341

QS 36. Yäsîn:20-32
وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Wahai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu.

36:21
اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

36:22
وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.

36:23
أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنْقِذُونِ

Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku?

36:24
إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.

36:25
إِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ

Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku.”

36:26
قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ

Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga”. Dia (laki-laki itu) berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui.

36:27
بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ

Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan”.

36:28
وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ جُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِينَ

Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya.

36:29
إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ

Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati.

36:30
يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.

36:31
أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ

Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka.

36:32
وَإِنْ كُلٌّ لَمَّا جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ

Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami.

Tadabbur:

Surah Yäsîn merupakan salah satu surah yg sering dibaca, bahkan kalau antum hidup di dalam lingkungan Islam tradisional seperti ana, maka bisa dibilang akan cukup hafal karena sering dibaca setiap malam jum’at & setiap ada syukuran atau tahlilan.

Tapi yg jarang diketahui orang bahwa di dalam surah Yäsîn ada kisah kepahlawanan yg luar biasa. Kisahnya bermula dari ayat ke-13 tentang suatu negeri yg didatangi utusan Allah. Tetapi penduduk negeri tersebut sangat bandel, mereka mendustakan dua utusan itu bahkan ketika utusan ditambah sehingga menjadi 3 utusan.

Nah tokoh utama kita muncul pada saat paling kritis ketika keingkaran penduduk negeri itu mencapai puncaknya, sewaktu mereka hendak menyiksa para utusan tersebut. Langsung lelaki tersebut memberikan pembelaan terhadap para utusan, bahkan setelah mengungkapkan argumentasi terhadap kekafiran kaumnya, ia langsung menyatakan keimanannya walaupun di tengah ancaman siksaan dari kaumnya.

Singkat cerita kaumnya pun langsung menyiksanya sampai ia meninggal. Tetapi cerita tidak berhenti sampai di situ, Allah SWT menceritakan nasib lelaki tersebut dan nasib kaumnya setelah itu. Mungkin kisah ini Allah abadikan dalam Al Qur’an disebabkan do’a lelaki tersebut sewaktu ia melihat kenikmatan yg didapat setelah ia meninggal.

Di lain pihak Allah menceritakan nasib kaumnya yg kafir, yg dibinasakan hanya dengan satu teriakan dan betapa besar penyesalan mereka atas keingkarannya.

Dari hasil googling di dalam banyak kitab tafsir, dikatakan nama lelaki tersebut adalah Habib An-Najar. Ibnu Abbas r.a. seorang sahabat ahli tafsir menyebutnya sebagai Shohibul Yäsîn. Lelaki ini bukan seorang yg kaya, kuat atau terpandang bahkan dikatakan ia seorang yg kurus karena kelelahan mencari nafkah dan hasil kerjanya ia bagi dua untuk dirinya & untuk disedekahkan. Ada yg mengatakan profesinya penggembala, tukang kayu, tukang tenun atau tukang sepatu tapi semuanya sepakat bahwa ia adalah seorang yg rendah kedudukannya di masyarakat.

Tapi kelemahan & kerendahan kedudukan tidak menyurutkan lelaki ini untuk datang, hadir dan tampil membela kebenaran ketika pembelaan itu harus dilakukan, walaupun akibat yg ia tanggung adalah siksaan kaumnya yg kafir.

Sudah seharusnya kita mengambil pelajaran dari Habib An-Najar tentang keberanian, kepahlawanan & pembelaan terhadap kebenaran.

Wallahu ‘alam bi showab

About hachmadi

sharing apa yang bisa kita berikan dan pelajari dari kelebihan orang lain untuk perbaikan diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: