Ibu walikota Bandung tanpa asisten

by Indari Mastuti

Bertemu dengan ibu wakil walikota Bandung membuat saya terinspirasi untuk meneruskan kegiatan domestik di rumah tanpa asisten rumah tangga. Ya, sudah lebih dari 6 bulan ini memang semua dilakukan tanpa asisten rumah tangga, saya dan suami berbagi peran dalam urusan rumah. Awalnya kehilangan asisten bikin galau, ada kekhawatiran kalau dari satu kegiatan kegiatan lainnya akan saling menguras energi —– ternyata tidak!

Perihal tidak ada asisten rumah tangga bukan hanya urusan pilihan tapi juga krisis asisten yang sesuai dengan kriteria masing-masing orang semakin meleset dari harapan. Asisten rumah tangga saat ini lebih banyak bikin pusing daripadada bikin happy. Misalnya saja karena kurang perhatian pada anak, sms atau telponan sepanjang hari, kurang jujur, hingga berbagai keluhan lainnya. Saya jadi menyakini bahwa krisis saat ini mencakup salahsatunya krisis attitude.

Menilik kembali percakapan dengan ibu wakil walikota Bandung, saya yang kebetulan datang bersama team Sekolah Perempuan terkagum-kagum dengan prinsipnya tidak menggunakan asisten rumah tangga, “Justru saya menikmati rasa lelah sebagi puncak terbaik kreativitas. Kadang saya bisa terpikirkan ide terbaik menulis pidato saat sedang memasak,” ujarnya.

Dengan aktivitas yang padat seperti mengurus 7 anak, rumah dengan 9 kamar, memasak untuk begitu banyak orang, mencuci, mengepel, dan aktivitas domestik lainnya ternyata tidak membuat beliau luput mengerjakan kegiatan lain untuk dirinya sendiri. “Saya masih punya waktu untuk belajar, berkunjung, melakukan aktivitas sosial, dan menyelesaikan membaca Al-Qur’an 3 juz setiap hari,” ujar beliau dengan senyum mengembang.

Kami semua yang hadir dalam pertemuan singkat berdecak kagum pada beliau. Dan inilah yang semakin menguatkan saya untuk menjalankan apapun dari rumah; baik bisnis, keluarga, dan aktivitas lainnya tanpa asisten rumah tangga.

“Tidak ada yang namanya krisis asisten rumah tangga, yang ada sepertinya krisis gaya hidup ke serba asisten, serba mbak dan bibi padahal kunci dari semuanya bukan seberapa sibuk kita tapi manajemen waktu yang baik membuat kesibukan apapun bisa teratasi dengan baik,” ujar salah satu kawan.

Lantas, Anda siap hidup tanpa asisten rumah tangga?

*sumber: kompasiana

About hachmadi

sharing apa yang bisa kita berikan dan pelajari dari kelebihan orang lain untuk perbaikan diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: