Pisang goreng gosong

Siang itu ayah mengajakku memancing di kolam umum di dekat rumah kami di kota Malang. Kami berbekal pisang goreng buatan ibu. 

Setelah lama memancing dan mulai kelaparan, kami menemukan hanya pisang goreng yang gosong. Tapi anehnya, ayah sangat lahap memakannya. Maka, kutanyakan pada ayah, mengapa ayah suka makanan gosong. Dan begini jawabannya.

“Sejak menikah, ibumu berusaha keras menjadi istri terbaik bagi ayah. Mulai dari ia belajar memasak hingga anak-anaknya lahir ke dunia, ia tak hanya menjadi istri, tapi juga jadi ibu,” kata Ayah sambil menerawang ke arah pancingannya.

“Banyak pekerjaan yang dia lakukan. Ada yang benar, ada yang berantakan. Ketidaksempurnaan seringkali membuat kita berpikir negatif,” Ayah melihat ke arahku. “Namun karena Ayah melihat cinta dalam setiap jerih payah ibumu, semuanya nampak indah dan enak. Iya to?” ujarnya sambil tergelak dan menyenggol tanganku.

“Pisang goreng ini kesukaanmu, kan? Mungkin kamu hanya tahu kalau pisangnya gosong. Tapi, ayah tahu kalau ibu sudah merencanakan membuat pisang ini jauh-jauh hari. Rela ke pasar untuk cari pisang bagus, tidak nitip ke tukang sayur,” kata ayah dengan senyum penuh makna.

Ia seperti bisa membaca pikiranku mengapa aku bertanya hal ini padanya. Aku cengengesan dengan agak tersipu malu. Ayah merangkul pundakku dan berkata, “Ibumu itu wanita hebat yang sudah bekerja sangat keras demi keluarga ini. Dia layak mendapatkan cinta yang bertubi-tubi. Lagipula, pisang goreng gosong sedikit nggak akan bikin sakit hati, to?”

Aku mengangguk. Aku kini mengerti dengan pola pikir ayah. Cinta itu hal yang sederhana. Abu gosong makanan tak perlu menjadi prahara baginya, itu hanya hal kecil Jadi tak perlu dibesar-besarkan. Yang penting dari sebuah hubungan cinta itu bukan tentang sempurna atau tidak sempurna, namun berusaha membuat sebuah hubungan selalu sehat, tumbuh dewasa dan tahan hingga selama-lamanya.
Utk snak,keluar dari kantong mereka sendiri

About hachmadi

sharing apa yang bisa kita berikan dan pelajari dari kelebihan orang lain untuk perbaikan diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: