Ketakutan orang tua akan masa depan anaknya

KETAKUTAN ORANG TUA AKAN MASA DEPAN ANAKNYA

Banyak sekali saya bertemu dengan orang tua yang hidupnya penuh khawatir dan ketakutan terutama akan masa depan anaknya.

Hingga segala cara ditempuhnya, mulai dari menyekolahkan di sekolah UNGGULAN, mengikutkan di berbagai kursus, bimbingan belajar. Memaksa anak untuk mengerjakan setumpuk PR setiap hari dan sebagainya.

Al hasil… anak-anak kita malah menjadi anak yang stress !!! dan sering kali berujung pada penyimpangan prilaku anak dan remaja. Dan setelah itu kerja orang tua disibukkan untuk mencari berbagai macam TERAPIS untuk “menyembuhkan” anaknya.

Inilah yang sering kami hadapi, membantu orang tua yang anak2nya stress karena KETAKUTAN ORANG TUANYA AKAN MASA DEPAN ANAKNYA.

Memang benar kita tidak bisa melihat masa depan anak kita…., tapi kita bisa melihat MASA KINI anak-anak kita. Ini yang sering kali tidak kita sadari dan luput dari perhatian kita.

Apakah masa kini mereka bahagia hidup bersama kita atau tidak, jika mereka bahagia selalu bersama maka sesungguhnya kita tidak perlu lagi kita mengkhawatirkan masa depannya. Orang yang masa-masa kecilnya hidup bahagia (berbeda dengan penuh dengan kemewahan) maka kelak akan menjadi orang yang bahagia pula.

Karena anak-anak yang masa kecilnya hidup bahagia maka kelak iapun akan terus merasa bahagia di masa depannya.

Mengapa demikian ???

Karena masa depan adalah kumpulan dan akumulasi dari masa kini, nasib seseorang kelak merupakan akumulasi pikiran dan perasaan di saat ini.

Anda boleh percaya atau tidak percaya, tapi apa yang saya sampaikan ini adalah berdasarkan kumpulanpengalaman hidup saya dan orang2 yang hidupnya sukses dan bahagia di hampir seluruh dunia, sekali lagi tidak hanya sukses tapi juga BAHAGIA. Jadi saya sendiri memilih untuk percaya. bahwa anak yang hidup bahagia kelak akan hidup bahagia dimasa dewasa.

Itulah mengapa pertanyaan saya setiap hari pada anak adalah “Apakah kamu bahagia nak, jadi anak ayah ?”

Bukan pertanyaan yang umum seperti nilai, PR dan sejenisnya, yg sering membuat anak langsung berubah menjadi diam dan stress untuk menjawabnya..

-ayah edy-

About hachmadi

sharing apa yang bisa kita berikan dan pelajari dari kelebihan orang lain untuk perbaikan diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: