Tata cara pembagian kursi DPR RI

Bagaimana tata cara pembagian kursi di setiap dapil? Mengapa raihan suara nasional tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah kursi di DPR RI? Mengapa partai yang raihan suaranya lebih kecil bisa mendapatkan kursi lebih banyak di DPR RI? Mengapa ada istilah kursi mahal dan kursi murah?

Berikut adalah penjelasannya

1. Harga kursi disetiap dapil ditentukan oleh Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). BPP dihitung dengan membagi jumlah suara sah dari partai-partai yang lolos Parliamentary Treshold dengan jumlah alokasi kursi di suatu dapil.

Berikut simulasi perhitungan BPP

Jumlah suara sah di Dapil Jabar 1 yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi adalah 1.400.000 (dummy).

Alokasi kursi DPR RI untuk Dapil Jabar 1 adalah 7 kursi.

BPP = 1.400.000 / 7 = 200.000

Jadi harga satu kursi di Dapil Jabar 1 adalah 200.000 suara. BPP ini dapat berbeda antara dapil satu dan lainnya, di suatu dapil di wilayah Sumatera (misalnya) jumlah suara sah nya adalah 450.000 sementara alokasi kursinya adalah 3 kursi, sehingga BPP nya adalah 150.000. Ini yang menyebabkan adanya istilah kursi mahal dan kursi murah.

2. Perhitungan kursi DPR RI di suatu dapil dibagi kedalam 2 tahap. Tahap 1 dilakukan dengan membagi suara dari setiap partai dengan BPP. Tahap 2 dilakukan dengan membagikan sisa kursi pada partai yang sisa suaranya paling tinggi.

Simulasi tahap 1:

Raihan suara partai di dapil Jabar 1 dibagi dengan BPP (dummy),

PDIP 490.000 / 200.000 = 2.45
Gerindra 310.000 / 200.000 = 1.55
PKS 290.000 / 200.000 = 1.45
Golkar 115.000 / 200.000 = 0.575
Demokrat 92.500 / 200.000 = 0.462
PAN 40.000 / 200.000 = 0.2
PPP 30.000 / 200.000 = 0.15
HANURA 10.000 / 200.000 = 0.05
NASDEM 7000 / 200.000 = 0.035
PKB 5000 / 200.000 = 0.025

Dari perhitungan di tahap 1 tersebut didapatkan hasil:
PDIP = 2 kursi
Gerindra = 1 kursi
PKS = 1 kursi

Sehingga masih terdapat 3 sisa kursi yang harus dibagi habis di dapil Jabar 1 melalui perhitungan tahap 2.

Simulasi tahap 2:

Sisa suara partai di dapil Jabar 1 adalah sbb,

Golkar 115.000
Gerindra 110.000
Demokrat 92.500
PDIP 90.000
PKS 90.000
PAN 40.000
PPP 30.000
Hanura 10.000
Nasdem 5000
PKB 2000

Sisa kursi sebanyak 3 kursi dibagikan kepada partai yang memiliki sisa suara paling banyak berturut-turut. Sehingga hasil pembagian sisa kursi adalah ssb,

Golkar 115.000 = 1 kursi
Gerindra 110.000 = 1 kursi
Demokrat 92.500 = 1 kursi
PDIP 90.000 = – (kursi habis)
PKS 90.000 = – (kursi habis)

Dengan demikian hasil akhir pembagian 7 kursi di dapil Jabar 1 adalah sbb,

PDIP = 2 kursi
Gerindra = 2 kursi
PKS = 1 kursi
Golkar = 1 kursi
Demokrat = 1 kursi

Karena seluruh kursi telah habis dibagi di tingkat dapil, maka sisa suara partai-partai seperti PDIP sisa 90.000, PKS sisa 90.000, PAN sisa 40.000, dst., dianggap hangus dan tidak dibawa ke tingkat provinsi.

Inilah yang menyebabkan mengapa raihan suara nasional tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah kursi di DPR RI, karena dari kasus di dapil Jabar 1, meskipun raihan suara PDIP jauh lebih banyak dibanding partai lainnya, ternyata raihan kursinya sama dengan Gerindra. Sementara Golkar dan Demokrat yang raihan suaranya tidak signifikan, masing-masing bisa mencuri 1 kursi di dapil Jabar 1.

Rekapitulasi pembagian kursi:

PDIP 490.000 suara (2 kursi)
Gerindra 310.000 (2 kursi)
PKS 290.000 (1 kursi)
Golkar 115.000 (1 kursi)
Demokrat 92.500 (1 kursi)

Jika suatu partai bisa meraih kursi di daerah-daerah yang BPP nya rendah atau bisa mencuri kursi dari sisa suara di tahap 2, maka bisa jadi jumlah kursi partai tersebut lebih banyak dibandingkan partai yang raihan suaranya lebih banyak tapi terkonsentrasi di daerah yang BPP nya tinggi. Contoh: PKB yang suaranya terkonsentrasi di Jawa Timur.

Demikian pembahasan mengenai tata cara pembagian kursi DPR RI pada Pemilu Legislatif 2014 ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman yang ingin menjadi caleg dan menyusun strategi pemenangan pemilu di masa depan.

About hachmadi

sharing apa yang bisa kita berikan dan pelajari dari kelebihan orang lain untuk perbaikan diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: